Rabu, 28 Oktober 2009
Minggu, 08 Februari 2009
Parpol Harap Patuhi Aturan Kampanye
Laporan : Ridho
Keerom- Ketua Pokja Kampanye pada komisi pemilihan umum daerah (KPUD) kabupaten Keerom, Niko Wamafma mengatakan, bagi partai politik peserta pemilu yang ada di kabupaten Keerom, kiranya dapat mematuhi aturan tata cara pelaksanaan kampanye. Hal tersebut dimaksudkan demi terciptanya situasi dan kondisi serta proses pelaksanaan kampanye sebagai pesta demokrasi rakyat yang aman dan kondusif.“ Parpol juga harus tahu dan paham tentang aturan-aturan kampanye yang akan dilaksanakan nanti,” ujarnya kepada Warta Keerom di kantor bupati, kemarin.lanjutnya, sebagai contoh ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh parpol peserta pemilu yang antara lain, melaporkan transaksi dana kampanye yang terdapat dalam rekekning kampanye partai kepada akuntan publik dan juga setiap parpol dilarang menerima sumbangan berupa dana yang berasal dari pihak asing ataupun pihak yang identitasnya tidak jelas.pihaknya juga mengingatkan kepada parpol yang ada di Keerom, agar paling lambat pada tanggal 9 Februari mendatang sudah melaporkan rekening kampanye partai, termasuk juga transaksi dana kampanye. Diketahui jika parpol tidak melaporkan rekening kampanyenya kepada KPUD Keerom hingga batas waktu yang ditetapkan, maka akan diberikan sanksi berupa pembatalan keikutsertaan partai dalam pemilu 2009. sedangkan jika tidak melaporkan transaksi masuk dan keluarnya dana yang digunakan untuk proses kampanye kepada akuntan publik, maka akan akan dikenakan sanksi berupa pembatalan pnetpan kursi calon legislatif bagi partai yang bersangkutan.
Pemda Dituntut Komit Laksanakan Program
Keerom- Dalam musyawarah tingkat distrik di distrik Arso pekan lalu, terungkap bahwa ternyata ada salah satu keluhan dari para kepala kampung dengan segenap masyarakat distrik Arso dimana mereka merasa bosan dan kecewa dengan penerapan program pembangunan tingkat kampung.Salah satu bentuk kekecewaan masyarakat tersebut adalah tidak komitmennya pemerintah daerah kabupaten Keerom dengan pengajuan program pembangunan yang berasal dari kampung. Padahal, program pembangunan yang diajukan oleh setiap kampung adalah hasil keputusan aparat kampung beserta dengan masyarakatnya dalam proses musyawarah kampung, yang ditinjau berdasarkan program prioritas di kampung tersebut.Kepala distrik Arso, Drs John Tanto dalam musyawarah distrik pun mengungkapkan hal yang sama. menurutnya, selama ini program pembangunan kampung yang diajukan oleh setiap kampung adalah yang sifatnya prioritas. Sayangnya, dari laporan para kepala kampung diketahui bahwa hampir semua program pembangunan kampung yang diajukan saat musyawarah tingkat kabupaten, tidak pernah terealisasi. “ Sehingga kami harapkan kepada pemerintah daerah kabupaten Keerom, agar program pembangunan yang diajukan oleh setiap kampung itu harap ditindak lanjuti. Sebab jika ternyata pada tahun ini program kampung tidak juga dilaksanakan, maka diputuskan pada tahun depan tidak akan melakukan musyawarah lagi,” tuturnya.
Klinik VCT Belum Dilirik
Keerom- Terobosan besar Pemkab Keerom bersama KPA Kabupaten Keerom mewujudkan keberadaan klinik VCT didaerah yang lahir lima tahun lalu ini, ternyata tidak dibarengi dengan minat masyarakat untuk menggantikan fasilitas tersebut.Dimana klinik VCT yang berada di Rumah Sakit Swakarsa dan Puskesmas Arso III ini sejak diresmikan November tahun lalu masih sepi dari pasien. Ini mungkin disebabkan masih awamnya masyarakat untuk memeriksa diri sebagai cara pendeteksi HIV/Aids. Dengan kondisi ini berarti tugas Pemkab Keerom dan KPA Keerom makin berat.Sekretaris KPA Keerom Damasus Kabalen, saat dikonfirmasi membenarkan pula kondisi tersebut. Namun sejauh ini pihaknya belum melakukan tinjau langsung ke setiap klinik. Sehingga belum dapat memberikan data resmi tentang perkembangan klinik tersebut."Rencana besok (hari ini) kami akan turun ke setiap klinik VCT yang ada. Memang laporan yang masuk seperti itu, jadi kami mau lihat secara langsung, selain itu mencari solusinya," ujarnya saat dihubungi via ponselnya kemarin.Namun disadari pula jika penyadaran untuk memeriksakan diri memang sangat rendah. Sebab terkadang hal tersebut masih dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang langsung menghakimi setiap pasien VCT pasti terjangkit HIV/Aids. Diharapkan pola pikir seperti itu dihilangkan.Pasalnya, lanjut Kabalen, dimana setiap pasien atau pengunjung klinik VCT belum dapat dikatakan terjangkit penyakit mematikan tersebut. Karena dalam pemeriksaan harus dilakukan sebanyak tiga kali dan tentu saja hasilnya pasti dirahasiakan, apalagi untuk persoalan identitas pasien."Tidak percaya diri atau mungkin belum mengerti pentingnya VCT bisa menjadi alasan. Untuk itu pastinya kami berharap masyarakat dapat berubah, karena kerahasiaan terjamin dengan baik," pungkasnya.
Laporan : Ridho
Keerom- Ketua Pokja Kampanye pada komisi pemilihan umum daerah (KPUD) kabupaten Keerom, Niko Wamafma mengatakan, bagi partai politik peserta pemilu yang ada di kabupaten Keerom, kiranya dapat mematuhi aturan tata cara pelaksanaan kampanye. Hal tersebut dimaksudkan demi terciptanya situasi dan kondisi serta proses pelaksanaan kampanye sebagai pesta demokrasi rakyat yang aman dan kondusif.“ Parpol juga harus tahu dan paham tentang aturan-aturan kampanye yang akan dilaksanakan nanti,” ujarnya kepada Warta Keerom di kantor bupati, kemarin.lanjutnya, sebagai contoh ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh parpol peserta pemilu yang antara lain, melaporkan transaksi dana kampanye yang terdapat dalam rekekning kampanye partai kepada akuntan publik dan juga setiap parpol dilarang menerima sumbangan berupa dana yang berasal dari pihak asing ataupun pihak yang identitasnya tidak jelas.pihaknya juga mengingatkan kepada parpol yang ada di Keerom, agar paling lambat pada tanggal 9 Februari mendatang sudah melaporkan rekening kampanye partai, termasuk juga transaksi dana kampanye. Diketahui jika parpol tidak melaporkan rekening kampanyenya kepada KPUD Keerom hingga batas waktu yang ditetapkan, maka akan diberikan sanksi berupa pembatalan keikutsertaan partai dalam pemilu 2009. sedangkan jika tidak melaporkan transaksi masuk dan keluarnya dana yang digunakan untuk proses kampanye kepada akuntan publik, maka akan akan dikenakan sanksi berupa pembatalan pnetpan kursi calon legislatif bagi partai yang bersangkutan.
Pemda Dituntut Komit Laksanakan Program
Keerom- Dalam musyawarah tingkat distrik di distrik Arso pekan lalu, terungkap bahwa ternyata ada salah satu keluhan dari para kepala kampung dengan segenap masyarakat distrik Arso dimana mereka merasa bosan dan kecewa dengan penerapan program pembangunan tingkat kampung.Salah satu bentuk kekecewaan masyarakat tersebut adalah tidak komitmennya pemerintah daerah kabupaten Keerom dengan pengajuan program pembangunan yang berasal dari kampung. Padahal, program pembangunan yang diajukan oleh setiap kampung adalah hasil keputusan aparat kampung beserta dengan masyarakatnya dalam proses musyawarah kampung, yang ditinjau berdasarkan program prioritas di kampung tersebut.Kepala distrik Arso, Drs John Tanto dalam musyawarah distrik pun mengungkapkan hal yang sama. menurutnya, selama ini program pembangunan kampung yang diajukan oleh setiap kampung adalah yang sifatnya prioritas. Sayangnya, dari laporan para kepala kampung diketahui bahwa hampir semua program pembangunan kampung yang diajukan saat musyawarah tingkat kabupaten, tidak pernah terealisasi. “ Sehingga kami harapkan kepada pemerintah daerah kabupaten Keerom, agar program pembangunan yang diajukan oleh setiap kampung itu harap ditindak lanjuti. Sebab jika ternyata pada tahun ini program kampung tidak juga dilaksanakan, maka diputuskan pada tahun depan tidak akan melakukan musyawarah lagi,” tuturnya.
Klinik VCT Belum Dilirik
Keerom- Terobosan besar Pemkab Keerom bersama KPA Kabupaten Keerom mewujudkan keberadaan klinik VCT didaerah yang lahir lima tahun lalu ini, ternyata tidak dibarengi dengan minat masyarakat untuk menggantikan fasilitas tersebut.Dimana klinik VCT yang berada di Rumah Sakit Swakarsa dan Puskesmas Arso III ini sejak diresmikan November tahun lalu masih sepi dari pasien. Ini mungkin disebabkan masih awamnya masyarakat untuk memeriksa diri sebagai cara pendeteksi HIV/Aids. Dengan kondisi ini berarti tugas Pemkab Keerom dan KPA Keerom makin berat.Sekretaris KPA Keerom Damasus Kabalen, saat dikonfirmasi membenarkan pula kondisi tersebut. Namun sejauh ini pihaknya belum melakukan tinjau langsung ke setiap klinik. Sehingga belum dapat memberikan data resmi tentang perkembangan klinik tersebut."Rencana besok (hari ini) kami akan turun ke setiap klinik VCT yang ada. Memang laporan yang masuk seperti itu, jadi kami mau lihat secara langsung, selain itu mencari solusinya," ujarnya saat dihubungi via ponselnya kemarin.Namun disadari pula jika penyadaran untuk memeriksakan diri memang sangat rendah. Sebab terkadang hal tersebut masih dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang langsung menghakimi setiap pasien VCT pasti terjangkit HIV/Aids. Diharapkan pola pikir seperti itu dihilangkan.Pasalnya, lanjut Kabalen, dimana setiap pasien atau pengunjung klinik VCT belum dapat dikatakan terjangkit penyakit mematikan tersebut. Karena dalam pemeriksaan harus dilakukan sebanyak tiga kali dan tentu saja hasilnya pasti dirahasiakan, apalagi untuk persoalan identitas pasien."Tidak percaya diri atau mungkin belum mengerti pentingnya VCT bisa menjadi alasan. Untuk itu pastinya kami berharap masyarakat dapat berubah, karena kerahasiaan terjamin dengan baik," pungkasnya.
Senin, 24 November 2008
Jabatan Adalah Amanah, Laksanakan Dengan Baik
Keerom- Bupati Kabupaten Keerom Drs Celsius Watae mengingatkan dan menegaskan kepada seluruh jajaran pimpinan yang ada dipemerintahannya untuk terus meningkatkan kinerja dan melayani masyarakat dengan baik. Sebab, jabatan yang diberikan bukan untuk dibanggakan melainkan suatu amanah berat yang harus dilaksanakan dengan baik.
“Dalam sebuah jabatan sangat lekat dengan tugas pokok yang harus dilaksanakan dengan baik, sehingga kepada saudara-saudara yang sudah dilantik dapat mengingat jabatan yang diberikan adalah sebuah amanah karena didalamnya melekat harapan masyarakat,” ujarnya saat melantik pejabat eselon II, III, IV dan V dilingkungan Pemerintahan Keerom, Rabu kemarin.
Diingatkan juga, pemerintah kini dituntut menjalankan tugas dengan baik dan maksimal dalam melayani masyarakat, sehingga setiap pimpinan, pegawai dan staf dalam mengimplementasikan hal tersebut dengan arif dan bijaksana. Apalagi dengan kondisi Keerom yang baru seumur jagung sangat membutuhkan pekerja-pekerja yang handal dan konsisten dalam melaksanakan tugas.
Bupati Watae sempat berikan catatan tegas, sumpah dan janji pelantikan kebanyakan hanya sampai diruang pelantikan selainnya menghilang begitu saja. Jadi diharapkan makna pelantikan jabatan dapat terus terpatri dan diimpelementasikan dalam tugas sehari-hari.
“Saya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat ketika kekampung-kampung, dimana kebanyakan mengeluh lemahnya pelayanan pemerintah. Sehingga saya tegaskan hal ini harus kita ubah walau dengan keterbatasan yang kita miliki. Ingat masyarakat adalah muara dari segala kebijakan dan kinerja kita semua,” pungkasnya.
PNS Jadi Caleg, Silahkan Saja
Keerom- Nampaknya Pemerintah Kabupaten Keerom memberikan sinyal baik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin mendaftar sebagai calon legislative (caleg) pada Pemilu 2009 mendatang. Namun ditegaskan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mekanisme yang ada di pemerintahan saat ini.
Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Keerom Drs I Wayan Sura, MM. “Kami tidak pernah melarang atau menindak PNS yang ingin jadi caleg atau sebagainya, silahkan saja karena itu hak mereka juga. Hanya saja yang kami izinkan mereka yang sudah memenuhi persyaratan salah satunya mengundurkan diri atau sudah pension,” ujarnya saat ditemui seusai pelantikan pejabat eselon II,III, IV dan V dilingkungan Pemerintahan Keerom, Rabu kemarin.
Disinggung sekian banyaknya PNS yang sudah masuk dalam Daftar Calon Sementara di KPU Keerom belum juga menunaikan kewajiban yaitu menyerahkan surat pengunduran diri, ditanggapi dengan alot oleh Sekda. Menurutnya, Pemerintah Keerom tidak bisa memaksakan, jika PNS yang bersangkutan memilih caleg silahkan menguruh surat pengunduran diri dan akan segera disetujui, tapi jika tidak melakukannya berarti yang bersangkutan masih memilih menjadi PNS.
Dan diingatkan, jika sudah mengundurkan diri dalam arti lebih memilih jadi caleg, jangan pernah untuk menuntut lagi kapan akan diangkat. Sebab bagi mereka yang sudah menjadi caleg harus melepaskan status PNS yang secara otomatis segala hak dan kewajiban PNS sudah dilepas secara total.
“Itu tidak bisa kami paksakan kembalikan saja kepada PNS yang bersangkutan, kalau caleg silahkan kalau mau tetap juga silahkan. Semuanya sudah jelas dalam aturan saat ini jadi kita ikuti dan lihat saja perkembangannya,” pungkasnya.
Rumah Sakit Beroperasi Efektif 2009
Keerom- Walaupun pejabat definitive kepala rumah sakit Keerom sudah dilantik kemarin namun efektifitas rumah sakit dapat dilakukan pada tahun 2009. Hal itu disebabkan waktu anggaran 2008 yang tinggal beberapa bulan sehingga dr Bernadeta Eka Suci yang dilantik menjadi kepala rumah sakit dan dr Rony yang dilantik menjadi Kabid Penanggulanan Penyakit, sementara ini masih melaksanakan tugas lama.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Keerom, drg Jhon Lopulalan kepada wartawan, “memang pejabat definitive sudah dilantik berarti rumah sakit kita secara otomatis sudah menjadi sah, namun dengan waktu yang sempit ini kami putuskan dr Eka dan dr Rony akan menghabiskan dulut tugas lama hingga berakhirnya tahun ini,” ujarnya seusai pelantikan pejabat eselon II, III, IV dan V Rabu kemarin.
Dijelaskan, pelaksanaan tugas sesuai pelantikan, akan dilakukan pada tahun 2009. Sebab perlu diketahui bahwa rumah sakit adalah salah satu satuan kerja di pemerintahan, sehingga segala kebutuhan dan kinerja kedepan dipersiapkan secara internal termasuk pengajuan program ke APBD 2009. Dengan penilaian itu ditakutkan jika dipaksakan pejabat dilantik melaksanakan tugas dengan baik maka akan mengalami berbagai kendala.
Tapi kondisi itu bukan berarti rumah sakit akan beroperasi 2009 melainkan sebelum pelantikan pejabat rumah sakit sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Nah, lanjut Lopulalan, untuk mendukung operasional rumah sakit ditahun ini pihaknya telah memberikan anggaran sebwsar 2 Milyar. Dana itu dipergunakan selain untuk operasional ada pula pengadaan fasilitas penunjang.
“Rumah sakitnya sudah berjalan, ini semuanya hanya legalitas yang diurus, jadi masyarakat tidak perlu cemas atau ragu. Kami sudah anggarkan 2 M dari APBD dan dana itu sudah berjalan untuk rumah sakit sejak Januari tahun ini,” pungkasnya.
PT Pos Indonesia Luncurkan Kampanye “Ayo Ke Kantor Pos”
Jayapura- Untuk berbenah diri secara terus menerus melalui perbaikan tampilan fisik yang layak, kehandalan operasi dan mewujudkan pelayanan prima, PT Pos Indonesia Rabu (20/8) kemarin, meluncurkan kampanye “Ayo Ke Kantor Pos”. Kampanye ini juga dilakukan di 10 Kantor Pos yang ada di Indonesia, diantaranya Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Jayapura.
Untuk di Jayapura sendiri, kemarin, bertempat di Kantor Pos Abepura, peresmian Kiospos juga dilakukan, dimana hal tersebut juga merupakan dari kampanye “Ayo Ke Kantor Pos”. Secara internal, kampanye ini merupakan wujud semangat PT Pos Indonesia dan bukan sekedar kampanye tetapi lebih kepada dorongan ingin menanamkan edukasi kepada masyarakat untuk merubah paradigma mereka, bahwa bukan hanya surat, paket, weselpos atau materai yang diingat di kantor pos.
Selain itu ada hal yang juga merupakan keperluan yang ada di kantor pos, yakni mulai dari pembayaran tagihan/rekening, pencairan dana/bantuan, asuransi, Pos Simpan Pinjam, menabung, melihat dunia luar di Internet Plaza, pengiriman barang tanpa batas ukuran dan berat, dan transaksi perposan lainnya seperti berbelanja barang subtitusi lainnya, membeli voucher pulsa, sampai pada memajangkan foto atau logo perusahaan pada prangko.
Sementara itu Deputi Operasional Kanwilpos XI Papua Maluku, A.P. Rieswandhy kepada wartawan kemarin mengatakan,bahwa peluncuran program Ayo Ke Kantor Pos adalah program layanan untuk seluruh pelanggan dan pengguna layanan jasa pos. “Ajakan Ayo Ke Kantor Pos ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat mengetahui lebih dalam produk yang dihasilkan dan dijual oleh kantor pos. dan produk kantor pos tidak semata berkirim surat, barang, dan uang, tetapi jauh lebih luas dari pada itu,” ungkap Rieswandhy.
Selain itu, semua program ini dapat dilakukan secara gigih dengan memegang teguh komitmen tiga strategi yang sedang diterapkan, yakni Good Place to Work, Good Place to Shop, dan Good Place to Invest, dimana seluruh titik layanan mulai dari kantor pos, kantor pos cabang, dan fasilitas fisik lainnya seperti Pos Keliling Kota, Pos Keliling Desa, Agen Pos, Kantor Pos Waralaba, Kiospos, dan fasilitas lainnya yang menjadi service point yang nyaman baik bagi pelanggan internal maupun eksternal.
Kredit Di FIF, Bonus TV Sharp 14 Inci
Jayapura- PT. Federal International Finance (FIF) kembali menggelar program lanjutan dalam periode 17-31 Agustus 2008 mendatang. FIF yang sebelumnya telah melakukan program kredit pembelian motor Honda kepada seluruh pelanggan yang sebagai PNS dan Guru. Untuk kali ini, FIF melanjutkan program tersebut, dan setiap pelanggan yang melakukan kredit, akan mendapatkan TV Sharp 14 inci.
Sementara itu Account Officer FIF cabang Jayapura, M. Rahim Setiawan yang ditemui di acara peluncuran kampanye Ayo Ke Kantor Pos, kemarin mengatakan kepada wartawan bahwa program lanjutan ini kembali digelar sebab sebelumnya program yang digelar FIF mendapat respon baik dari pelanggan, khususnya untuk Karyawan, PNS, dan Guru.
Untuk itu FIF kembali menggelar, dan untuk program kali ini khusus memperingati kemerdekaan RI, dan setiap pelanggan yang membeli motor semua tipe Honda di FIF, kali ini akan mendapatkan hadiah secara langsung dari FIF, yaitu sebuah TV 14 inci.
Sedangkan untuk syarat dari tiap pelanggan yang ingin melakukan kredit di FIF harus mnyertakan KTP, SK Pengangkatan PNS, dan Kartu Keluarga. “Ini khusus pelanggan Karyawan, PNS, dan Guru, sama halnya seperti program kemarin, tetapi kali ini akan mendapatkan TV secara langsung,” lanjut Rahim. Dikatakannya, bahwa untuk target penjualan FIF dalam program ini sebanyak 600, dan sementara masih mendominasi untuk tipe motor bebek.
Edu : Walaupun Masih Ada Konflik, Tim Persipura Tetap Lakukan Yang Terbaik
Jayapura- Kapten tim Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam, mengatakan untuk persiapan tim Persipura yang akan melakukan pertandingan luar pada tanggal 14 September mendatang, dirinya bersama pemain lain mengakui akan berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik untuk Persipura, walaupun saat ini Persipura dalam keadaan kurang stabil akibat kasus yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Walaupun Persipura saat ini dalam keadaan kurang baik, akibat insiden yang kemarin, tetapi saya dan pemain lain sangat berusaha agar tidak terganggu dan berusaha konsentrasi untuk pertandingan di luar kandang mendatang. Untuk itu kami dari Persipura juga memohon penuh dukungan dari masyarakat Papua, khususnya Jayapura,” tutur Edu kepada Pasific Post yang ditemui usai dialog bersama RRI, di kantor RRI, kemarin.
Lanjut Edu, bahwa nantinya pertandingan di luar sangat berat, untuk itu dirinya bersama tim sudah berkomitmen akan menjadikan empat pertandingan yang dilakukan di luar nanti agar bisa mendapat enam poin, dan hal tersebut sebagai wujud menggantikan dua poin yang hilang pada pertandingan di dalam kandang beberapa waktu lalu.
“Saya dan pemain lainnya sudah berkomitmen untuk jangan melihat ke belakang, kami harus melihat ke depan bagaimana. Dan tanggal 27 besok kami sudah akan kembali latihan dan lebih focus untuk pertandingan di luar kandang nanti,” lanjut Edu.
Ketua Panpel Bantah Ikut Pukul Raja Isa
Jayapura- Sementara itu, terkait opini pemukulan yang juga dilakukan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Tommy Benhur Mano kepada Raja Isa, Tommy Mano membantah opini yang berkembang tersebut. Dirinya mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak memukul Raja Isa, yang ada adalah dirinya ikut melerai saat Raja Isa di serang oleh oknum yang terkait.
“Pada saat kejadian tersebut, saya tidak ikut menyerang Raja Isa, malahan waktu itu saya berusaha melerai. Saya adalah ketua Panpel disitu, jadi sangat tidak mungkin saya ingin mengotori pertandingan yang sedang berlangsung,” ungkap Tommy Mano kepada Pasific Post yang ditemui di kantor RRI, kemarin.
Sementara itu, selanjutnya Tommy Mano sangat berharap kepada public agar tidak memperbesarkan masalah itu, sebab masalah ini akan di perlurus dari pihak menajemen Persipura dan pihak yang terkait. Dirinya juga mengharaokan agar penonton dari Persipura Mania tidak melakukan tindakan yang kurang baik, sebab nantinya panpel juga yang akan jadi imbasnya.
“Saya minta untuk pertandingan kandang selanjutnya, agar seluruh Sporter khususnya Persipura Mania bisa bersifat sportif, dan ikut membantu Panpel agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Tommy.
Keerom- Bupati Kabupaten Keerom Drs Celsius Watae mengingatkan dan menegaskan kepada seluruh jajaran pimpinan yang ada dipemerintahannya untuk terus meningkatkan kinerja dan melayani masyarakat dengan baik. Sebab, jabatan yang diberikan bukan untuk dibanggakan melainkan suatu amanah berat yang harus dilaksanakan dengan baik.
“Dalam sebuah jabatan sangat lekat dengan tugas pokok yang harus dilaksanakan dengan baik, sehingga kepada saudara-saudara yang sudah dilantik dapat mengingat jabatan yang diberikan adalah sebuah amanah karena didalamnya melekat harapan masyarakat,” ujarnya saat melantik pejabat eselon II, III, IV dan V dilingkungan Pemerintahan Keerom, Rabu kemarin.
Diingatkan juga, pemerintah kini dituntut menjalankan tugas dengan baik dan maksimal dalam melayani masyarakat, sehingga setiap pimpinan, pegawai dan staf dalam mengimplementasikan hal tersebut dengan arif dan bijaksana. Apalagi dengan kondisi Keerom yang baru seumur jagung sangat membutuhkan pekerja-pekerja yang handal dan konsisten dalam melaksanakan tugas.
Bupati Watae sempat berikan catatan tegas, sumpah dan janji pelantikan kebanyakan hanya sampai diruang pelantikan selainnya menghilang begitu saja. Jadi diharapkan makna pelantikan jabatan dapat terus terpatri dan diimpelementasikan dalam tugas sehari-hari.
“Saya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat ketika kekampung-kampung, dimana kebanyakan mengeluh lemahnya pelayanan pemerintah. Sehingga saya tegaskan hal ini harus kita ubah walau dengan keterbatasan yang kita miliki. Ingat masyarakat adalah muara dari segala kebijakan dan kinerja kita semua,” pungkasnya.
PNS Jadi Caleg, Silahkan Saja
Keerom- Nampaknya Pemerintah Kabupaten Keerom memberikan sinyal baik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin mendaftar sebagai calon legislative (caleg) pada Pemilu 2009 mendatang. Namun ditegaskan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mekanisme yang ada di pemerintahan saat ini.
Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Keerom Drs I Wayan Sura, MM. “Kami tidak pernah melarang atau menindak PNS yang ingin jadi caleg atau sebagainya, silahkan saja karena itu hak mereka juga. Hanya saja yang kami izinkan mereka yang sudah memenuhi persyaratan salah satunya mengundurkan diri atau sudah pension,” ujarnya saat ditemui seusai pelantikan pejabat eselon II,III, IV dan V dilingkungan Pemerintahan Keerom, Rabu kemarin.
Disinggung sekian banyaknya PNS yang sudah masuk dalam Daftar Calon Sementara di KPU Keerom belum juga menunaikan kewajiban yaitu menyerahkan surat pengunduran diri, ditanggapi dengan alot oleh Sekda. Menurutnya, Pemerintah Keerom tidak bisa memaksakan, jika PNS yang bersangkutan memilih caleg silahkan menguruh surat pengunduran diri dan akan segera disetujui, tapi jika tidak melakukannya berarti yang bersangkutan masih memilih menjadi PNS.
Dan diingatkan, jika sudah mengundurkan diri dalam arti lebih memilih jadi caleg, jangan pernah untuk menuntut lagi kapan akan diangkat. Sebab bagi mereka yang sudah menjadi caleg harus melepaskan status PNS yang secara otomatis segala hak dan kewajiban PNS sudah dilepas secara total.
“Itu tidak bisa kami paksakan kembalikan saja kepada PNS yang bersangkutan, kalau caleg silahkan kalau mau tetap juga silahkan. Semuanya sudah jelas dalam aturan saat ini jadi kita ikuti dan lihat saja perkembangannya,” pungkasnya.
Rumah Sakit Beroperasi Efektif 2009
Keerom- Walaupun pejabat definitive kepala rumah sakit Keerom sudah dilantik kemarin namun efektifitas rumah sakit dapat dilakukan pada tahun 2009. Hal itu disebabkan waktu anggaran 2008 yang tinggal beberapa bulan sehingga dr Bernadeta Eka Suci yang dilantik menjadi kepala rumah sakit dan dr Rony yang dilantik menjadi Kabid Penanggulanan Penyakit, sementara ini masih melaksanakan tugas lama.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Keerom, drg Jhon Lopulalan kepada wartawan, “memang pejabat definitive sudah dilantik berarti rumah sakit kita secara otomatis sudah menjadi sah, namun dengan waktu yang sempit ini kami putuskan dr Eka dan dr Rony akan menghabiskan dulut tugas lama hingga berakhirnya tahun ini,” ujarnya seusai pelantikan pejabat eselon II, III, IV dan V Rabu kemarin.
Dijelaskan, pelaksanaan tugas sesuai pelantikan, akan dilakukan pada tahun 2009. Sebab perlu diketahui bahwa rumah sakit adalah salah satu satuan kerja di pemerintahan, sehingga segala kebutuhan dan kinerja kedepan dipersiapkan secara internal termasuk pengajuan program ke APBD 2009. Dengan penilaian itu ditakutkan jika dipaksakan pejabat dilantik melaksanakan tugas dengan baik maka akan mengalami berbagai kendala.
Tapi kondisi itu bukan berarti rumah sakit akan beroperasi 2009 melainkan sebelum pelantikan pejabat rumah sakit sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Nah, lanjut Lopulalan, untuk mendukung operasional rumah sakit ditahun ini pihaknya telah memberikan anggaran sebwsar 2 Milyar. Dana itu dipergunakan selain untuk operasional ada pula pengadaan fasilitas penunjang.
“Rumah sakitnya sudah berjalan, ini semuanya hanya legalitas yang diurus, jadi masyarakat tidak perlu cemas atau ragu. Kami sudah anggarkan 2 M dari APBD dan dana itu sudah berjalan untuk rumah sakit sejak Januari tahun ini,” pungkasnya.
PT Pos Indonesia Luncurkan Kampanye “Ayo Ke Kantor Pos”
Jayapura- Untuk berbenah diri secara terus menerus melalui perbaikan tampilan fisik yang layak, kehandalan operasi dan mewujudkan pelayanan prima, PT Pos Indonesia Rabu (20/8) kemarin, meluncurkan kampanye “Ayo Ke Kantor Pos”. Kampanye ini juga dilakukan di 10 Kantor Pos yang ada di Indonesia, diantaranya Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Jayapura.
Untuk di Jayapura sendiri, kemarin, bertempat di Kantor Pos Abepura, peresmian Kiospos juga dilakukan, dimana hal tersebut juga merupakan dari kampanye “Ayo Ke Kantor Pos”. Secara internal, kampanye ini merupakan wujud semangat PT Pos Indonesia dan bukan sekedar kampanye tetapi lebih kepada dorongan ingin menanamkan edukasi kepada masyarakat untuk merubah paradigma mereka, bahwa bukan hanya surat, paket, weselpos atau materai yang diingat di kantor pos.
Selain itu ada hal yang juga merupakan keperluan yang ada di kantor pos, yakni mulai dari pembayaran tagihan/rekening, pencairan dana/bantuan, asuransi, Pos Simpan Pinjam, menabung, melihat dunia luar di Internet Plaza, pengiriman barang tanpa batas ukuran dan berat, dan transaksi perposan lainnya seperti berbelanja barang subtitusi lainnya, membeli voucher pulsa, sampai pada memajangkan foto atau logo perusahaan pada prangko.
Sementara itu Deputi Operasional Kanwilpos XI Papua Maluku, A.P. Rieswandhy kepada wartawan kemarin mengatakan,bahwa peluncuran program Ayo Ke Kantor Pos adalah program layanan untuk seluruh pelanggan dan pengguna layanan jasa pos. “Ajakan Ayo Ke Kantor Pos ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat mengetahui lebih dalam produk yang dihasilkan dan dijual oleh kantor pos. dan produk kantor pos tidak semata berkirim surat, barang, dan uang, tetapi jauh lebih luas dari pada itu,” ungkap Rieswandhy.
Selain itu, semua program ini dapat dilakukan secara gigih dengan memegang teguh komitmen tiga strategi yang sedang diterapkan, yakni Good Place to Work, Good Place to Shop, dan Good Place to Invest, dimana seluruh titik layanan mulai dari kantor pos, kantor pos cabang, dan fasilitas fisik lainnya seperti Pos Keliling Kota, Pos Keliling Desa, Agen Pos, Kantor Pos Waralaba, Kiospos, dan fasilitas lainnya yang menjadi service point yang nyaman baik bagi pelanggan internal maupun eksternal.
Kredit Di FIF, Bonus TV Sharp 14 Inci
Jayapura- PT. Federal International Finance (FIF) kembali menggelar program lanjutan dalam periode 17-31 Agustus 2008 mendatang. FIF yang sebelumnya telah melakukan program kredit pembelian motor Honda kepada seluruh pelanggan yang sebagai PNS dan Guru. Untuk kali ini, FIF melanjutkan program tersebut, dan setiap pelanggan yang melakukan kredit, akan mendapatkan TV Sharp 14 inci.
Sementara itu Account Officer FIF cabang Jayapura, M. Rahim Setiawan yang ditemui di acara peluncuran kampanye Ayo Ke Kantor Pos, kemarin mengatakan kepada wartawan bahwa program lanjutan ini kembali digelar sebab sebelumnya program yang digelar FIF mendapat respon baik dari pelanggan, khususnya untuk Karyawan, PNS, dan Guru.
Untuk itu FIF kembali menggelar, dan untuk program kali ini khusus memperingati kemerdekaan RI, dan setiap pelanggan yang membeli motor semua tipe Honda di FIF, kali ini akan mendapatkan hadiah secara langsung dari FIF, yaitu sebuah TV 14 inci.
Sedangkan untuk syarat dari tiap pelanggan yang ingin melakukan kredit di FIF harus mnyertakan KTP, SK Pengangkatan PNS, dan Kartu Keluarga. “Ini khusus pelanggan Karyawan, PNS, dan Guru, sama halnya seperti program kemarin, tetapi kali ini akan mendapatkan TV secara langsung,” lanjut Rahim. Dikatakannya, bahwa untuk target penjualan FIF dalam program ini sebanyak 600, dan sementara masih mendominasi untuk tipe motor bebek.
Edu : Walaupun Masih Ada Konflik, Tim Persipura Tetap Lakukan Yang Terbaik
Jayapura- Kapten tim Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam, mengatakan untuk persiapan tim Persipura yang akan melakukan pertandingan luar pada tanggal 14 September mendatang, dirinya bersama pemain lain mengakui akan berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik untuk Persipura, walaupun saat ini Persipura dalam keadaan kurang stabil akibat kasus yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Walaupun Persipura saat ini dalam keadaan kurang baik, akibat insiden yang kemarin, tetapi saya dan pemain lain sangat berusaha agar tidak terganggu dan berusaha konsentrasi untuk pertandingan di luar kandang mendatang. Untuk itu kami dari Persipura juga memohon penuh dukungan dari masyarakat Papua, khususnya Jayapura,” tutur Edu kepada Pasific Post yang ditemui usai dialog bersama RRI, di kantor RRI, kemarin.
Lanjut Edu, bahwa nantinya pertandingan di luar sangat berat, untuk itu dirinya bersama tim sudah berkomitmen akan menjadikan empat pertandingan yang dilakukan di luar nanti agar bisa mendapat enam poin, dan hal tersebut sebagai wujud menggantikan dua poin yang hilang pada pertandingan di dalam kandang beberapa waktu lalu.
“Saya dan pemain lainnya sudah berkomitmen untuk jangan melihat ke belakang, kami harus melihat ke depan bagaimana. Dan tanggal 27 besok kami sudah akan kembali latihan dan lebih focus untuk pertandingan di luar kandang nanti,” lanjut Edu.
Ketua Panpel Bantah Ikut Pukul Raja Isa
Jayapura- Sementara itu, terkait opini pemukulan yang juga dilakukan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Tommy Benhur Mano kepada Raja Isa, Tommy Mano membantah opini yang berkembang tersebut. Dirinya mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak memukul Raja Isa, yang ada adalah dirinya ikut melerai saat Raja Isa di serang oleh oknum yang terkait.
“Pada saat kejadian tersebut, saya tidak ikut menyerang Raja Isa, malahan waktu itu saya berusaha melerai. Saya adalah ketua Panpel disitu, jadi sangat tidak mungkin saya ingin mengotori pertandingan yang sedang berlangsung,” ungkap Tommy Mano kepada Pasific Post yang ditemui di kantor RRI, kemarin.
Sementara itu, selanjutnya Tommy Mano sangat berharap kepada public agar tidak memperbesarkan masalah itu, sebab masalah ini akan di perlurus dari pihak menajemen Persipura dan pihak yang terkait. Dirinya juga mengharaokan agar penonton dari Persipura Mania tidak melakukan tindakan yang kurang baik, sebab nantinya panpel juga yang akan jadi imbasnya.
“Saya minta untuk pertandingan kandang selanjutnya, agar seluruh Sporter khususnya Persipura Mania bisa bersifat sportif, dan ikut membantu Panpel agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Tommy.
Langganan:
Komentar (Atom)
