Halaman

Rabu, 19 November 2008

PDP Keerom Target Raih Satu Fraksi

Laporan : Ridho

Keerom- Pimpinan Kolektif Kabupaten Partai Demokrasi Pembaharuan kabupaten Keerom, Iwan Siswanto mengatakan, sebagai salah satu partai peserta pemilihan umum khususnya pemilihan anggota Legislatif pada 2009 mendatang, PDP Keerom telah memiliki target yang harus dicapai., salah satunya adalah pencapaian perolehan tujuh kursio pada lembaga Legislatif Keerom. Dalam rangka mencapai target tersebut tentu saja dibarengi dengan serangkaian strategi yang telah dilaksanakan oleh partai sendiri sejak partai yang merupakan bentukan dari gerakan pembaharuan partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini berada di wilayah kabupaten Keerom.

“ Dalam perjalanannya menuju pencapaian target, PDP Keerom telah melakukan berbagai strategi yang salahj satunya terjun langsung di masyarakat dengan membawa visi misi partai yang sebenarnya dalam rangka merubah tatanan kehidupan disegala bidang yang selama ini kurang berpihak pada masyarakat, sesuai dengan mottonya bergerak bersama rakyat” ujarnya kepada Warta Keerom di posko PDP Skamto, Rabu kemarin.

Lanjutnya, sejauh ini diketahui animo masyarakat terhadap kehadiran partai yang tergolong baru ini sangat besar, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang memasang bendera partai baik di pinggiran jalan umum maupun di halaman rumah masing-masing. Selain itu, untuk pendaftaran calon legislatif sendiri diketahui melebihi kuota yang ada, seperti pada daerah pemolohan satu yang hanya memiliki kuota tujuh caleg, namun yang telah mengajukan namanya menjadi caleg dari PDP sebanyak sembilan orang. Yang terpenting adalah keterwakilan kaum perempuan dalam daftar caleg yang ternyata juga melebihi kuota 30 persen. Jika bagi partai lain mengalami kesulitan dalam merekrut caleg kaum perempuan, ternyata di PDP Keerom hal itu tidak berlaku. Sehingga secara internal harus dilakukan seleksi lebih mendalam terhadap para caleg yang memilih PDP Keerom sebagai perahu menuju lembaga Legislatif.

Ditambahkannya, pencapaian perolehan minimal tujuh kursi diperjuangkan agar dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan juga memperjuangkan partai memiliki kekuatan. Bahkan menurutnya jika ternyata dalam perjuangan tersebut hanya memperoleh satu kursi, PDP Keerom leboh memilih mundur. Walau demikian pihaknya optimis target tersebut dapat dicapai, apalagi hingga saat ini jumlah simpatisan PDP Keerom cukup memuaskan. Secara keseluruhan PDP Keerom telah mendaftarkan 23 calenya ke KPUD Keerom dimana tujuh caleg di dapil 1, 12 caleg pada dapil 2 dan 4 caleg pada dapil 3. salah satu upaya pencapaian target lainnya adalah memasang ikon atau figure yang tepat baik dari segi pengetahuan maupun ketokohan pada dapilnya.



System Suara Terbanyak Juga Berlaku Di PDP

Laporan : Ridho

Keerom- Sebagai partai politik yang berkomitmen memperjuangkan aspirasi dan keluhan masyarakat melalui figure-figurnya yang akan duduk di lembaga Legislatif, Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Keerom menerapkan system suara terbanyak dalam penentuan calon legislatif yang berhak duduk disana. Sehingga dalam sistem ini masyarakat dapat dengan leluasa memilih figure ataupun tokoh yang mereka senangi dan dirasa cocok menjadi penyambung lidah mereka. Walau demikian PDP Keerom juga tetap beracuan pada aturan yang berlaku dimana nomor urut pertama perolehan suara harus mencapai 30 persen.

“ Dalam system suara terbanyak ini berlaku untuk nomor urut dua dan sebagainya, diaman yang memperoleh suara terbanyak maka berhak menduduki nomor urut dibawah setelah nomor urut pertama,” ujarnya kepada Warta Keerom di posko PDP Skamto, Rabu kemarin.

Lanjutnya, pemenuhan perolehan suara 30 persen untuk nomor urut pertama pada masing-masing daerah pemilihan (Dapil) sifatnya wajib, sebab yang menduduki nomor urut tersebut merupakan hasil seleksi partai yang benar-benar matang dan dinilai layak menjadi anggota Legislatif. Dalam penerapan system suara terbanyak ini juga PDP Keerom akan memberlakukan pernyataan tertulis dari para caleg.

Diketahui para caleg yang akan maju dengan menggunakan perahu PDP Keerom secara internal telah dilakukan seleksi oleh tim seleksi yang bernama tim tujuh. Sehingga dipastikan para caleg dari PDP Keerom memiliki legalitas berkas persyaratan dan juga memiliki komitmen yang tinggi dalam memperjuangkan nasib masyarakat yang ada di dapilnya masing-masing, guna merubah tatanan kehidupan masyarakat Keerom yang mandiri dan bermartabat.



36 Partai Telah Daftarkan Calegnya
“ Golkar miliki jumlah caleg terbanyak”

Laporan : Ridho

Keerom- Hingga batas akhir pendaftaran calon legislatif dari semua partai politik peserta pemilu yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Keerom, ternyata semua parpol telah mendaftarkan calegnya. Diketahui Partai Amanat Nasional (PAN) kabupaten Keerom merupakan partai terakhir yang mendaftar hingga pukul 00.00 malam kemarin. Dari data yang diperoleh diketahui partai Patriot merupakan partai terendah jumlah calegnya dengan satu caleg dan jumlah caleg terbanyak dipegang oleh partai Golongan Karya dengan 36 caleg.

“ Bahkan partai Perjuangan Indonesia Baru dan partai Penegak Demokrasi Indonesia sama sekali tidak mendaftarkan calegnya. Selain itu, terjadi pula dualisme kepengurusan parpol seperti yang terjadi para Partai Kebangkitan Bagsa dan Partai Kedaulatan,” ujar Ketua KPUD Keerom, Drs Aloesius Renwarin SH.

Berikut daftar semantara calon legislatif kabupaten Keerom tahun 2009, partai Hanura delapan caleg, PKPB dengan sembilan caleg, PPPI dengan enam caleg, PPRN dengan 24 caleg, Gerindra dengan sebelas caleg, Barnas dengan delapan caleg, PKPI dengan sembilan caleg, PKS dengan 20 caleg, PAN dengan 21 caleg, Partai Kedaulatan A dengan enam caleg, partai Kedaulatan B dengan sepuluh caleg, PPD dengan sembilan caleg, PKB A dengan delapan caleg, PKB B dengan 23 caleg, PPI dengan tujuh caleg, PMI Marhaenisme dengan 10 caleg, PDP dengan 23 caleg, PKP dengan lima caleg, PMB dengan lima caleg, PDK dengan satu caleg, PRN dengan 14 caleg, Partai Pelopor dengan satu caleg, Partai Golkar dengan 36 caleg, PPP dengan 13 caleg, PDS dengan delapan caleg, PNBK dengan 17 caleg, PBB dengan 16 caleg, PDI P dengan sembilan caleg, PBR dengan delapan caleg, Partai Patriot dengan tujuh caleg, Partai Demokrat dengan 23 caleg, PKDI dengan 14 caleg, PIS dengan 5 caleg, PKNU dengan delapan caleg, PSI dengan 12 caleg dan partai Buruh dengan 13 caleg.

Ditambahlan Aloe bahwa daftar ini belum final sebab masih dilakukan seleksi hingga pemenuhan kuota caleg tiap parpol yakni 21 caleg. Masa final penentuan caleg adalah pada 31 Oktober nanti. Selain itu diakuinya pada pendaftaran caleg saat ini, keterwakilan kaum muda cukup banyak. Ini merupakan satu langkah maju bagi kaum muda yang mulai benari melibatkan diri dalam dunia politik. Sedangkan untuk kepengurusan ganda yang terjadi pada dua parpol, pada dasarnya KPUD Keerom tetap menerima para caleg dari kedua kubu yang oleh KPUD Keerom akan diteruskan kepada KPU Pusat, dan oleh KPU pusat akan dikembalikan kepada partai masing-masing untuk menentukan siapa yang berhak. Setelah itu baru dikembalikan kepada KPUD Keerom.





Jalan Santai Warnai HUT YPPK Ke-34

Laporan : Ridho

Keerom- Dalam rangka memperingati HUT Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katholik (YPPK) Papua ke-34 sekaligus memperingati HUT RI ke-63, Rabu kemarin YPPK Keerom dengan melibatkan sekitar seribu lebih pelajar dan orang tua murid serta masyarakat umum dalam kegiatan jalan santai berhadiah yang mengambil star dari halaman kantor distrik Arso dan finis di halaman SMA YPPK Tegasa Arso Kota. Jalan santai berhadiah tersebut dilepas secara resmi oleh Ketua TP PKK Keerom Ny Ni Made Santun Watae yang didampingi oleh Bupati Keerom Drs Celsius Watae dan juga Direktur Eksekutif YPPK Keerom, Silvester Lobia S.Sos.
Dalam arahannya Bupati Watae mengatakan, kerja sama yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan YPPK sebagai mitra dalam pengembangan dunia pendidikan khususnya pendidikan hingga wilayah terpencil, kiranya dapat selalu terpelihara dengan baik. Apalagi pelayanan YPPK dalam dunia pendidikan sudah dimulai sejak pemerintah belum masuk pada daerah terpencil.

“ Pelayanan gereja tetap jalan, pelayanan pendidikan juga harus tetap jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Silvester Lobia kepada wartawan mengatakan bahwa hingga saat ini dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap YPPK sangat luar biasa. Dan khusus untuk HUT YPPK Papua khususnya YPPK Keerom adalah saat yang tepat untuk melakukan refleksi kembali sejauh mana pelayanan YPPK dalam pengembangan dunai pendidikan di tanah Papua. Bahkan keseriusan YPPK dalam pengembangan dunia pendidikan khususnya menjaring minat dan bakat para generasi muda diwujudkan dalam bentuk digelarnya beberapa perlombaan seperti lomba baca puisi, lomba pidato dan pertandingan volley.





WVI Layani 9 ADP Di Papua

Laporan : Ridho

Keerom- Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) Wilayah Jayapura dan Merauke, Abraham Sitompul SP mengatakan, untuk wilayah Papua WVI Keerom telah melayani 9 area development Program (ADP) dengan beberapa program spesial HIV/AIDS disamping program pendidikan. Khusus bidang pendidikan, hingga saat ini setidaknya WVI Papua telah menyantuni anak sekolah sebanyak 17.590 anak.

“ Pada dasarnya yang kami rekrut untuk disantuni adalah paling miskin diantara yang termiskin yang dilakukan pemilihan bersama dengan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan saat kegiatan pesta anak se-kabupaten Keerom di Arso II, Senin kemarin.

Lanjutnya, diakuinya hingga saat ini masih dalam masa transisi pengalihan dari direc benefit menjadi benefit umum kepada anak-anak dalam rangka menghindari terjadinya kecemburuan diantara anak-anak tersebut. Sebelumnya WVI memberikan bantuan sekolah walaupun tidak mencapai 100 persen sehingga tetap melibatkan peran orang tua murid, dan juga bantua dalam pembanguna fisik sekolah. Namun saat ini bantuan yang diberikan bersifat umum dengan harapan semua anak dapat merasakan bantuan. Dengan kata lain saat ini bantun diberikan tidak dalam bentuk bantuan biaya sekolah melainkan pemenuhan kebutuhan yang dapat dirasakan oleh semua anak-anak di sekolah tersebut seperti pembangunan perpustakaan dan sebagainya. Bantuan yang diberikan pun langsung kepada sekolah sehingga memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk mengelola bantuan tersebut.

Dalam pemberian bantua, WVI sendiri tidak memperioritaskan harus anak asli Papua, namun mayoritas memang anak Papua. Beberapa areal pelayanan WVI di tanah Papua antara lain, kabupaten Keerom, kabupaten Jayapura, kabupaten Jayawijaya di daerah Erwok, Karubaga, Kurima dan Kurulu, Boven Digul, Maro dan Pantai Kasuari.